Tagar #PDIPSarangKomunis Viral di Media Sosial

  • Whatsapp

Nasional, Cyberjatim.com- Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang tengah dibahas DPR, membuat ramai media sosial Twitter dan Facebook dengan tagar #PDIPsarangKomunis.

Netizen menduga mereka mendompleng RUU HIP untuk membangkitkan paham komunis di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Salah satu twit menuntut agar PDI Perjuangan tidak diam melihat Pancasila diotak-atik oleh antek-antek Asing.

“Dulu ketika rame berita HTI ingin Khilafah/Pancasila Syariah Islam Kaffah kalian teriak-teriak “PANCASILA SUDAH FINAL”. KAMI INDONESIA KAMI PANCASILA,” tulis Habib Ali Alhinduan dalam akun Twitter-nya.

Bahkan akun @alialhinduan merasa bingung dengan sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang awalnya kokoh dengan pendiriannya untuk tidak mengotak-atik dasar negara Indonesia.

“Nah sekarang malah mau diotak-atik, kemana kalian yg dulu bersuara? Koq diam melihat Pancasila diotak-atik? #PDIPsarangKomunis,” tambah @alialhinduan.

Saat ini, tagar #PDIPsarangKomunis masuk urutan pertama dengan 17,6 twit.

Di media sosial Facebook, akun resmi Purnomo Sastrodiharjo II merasa kebingungan dengan salam Pembina PDI Perjuangan Megawati yang seolah menirukan salam para tokoh Komunis dunia.

“Salam yg di peragakan oleh megawati dan beberapa orang yg ada di video berikut ini, kan hanya kebetulan sama dengan salam yg di peragakan oleh para Tokoh Komunis di Dunia. Tapi malah di goreng sampai gosong oleh kadrun2 radikal❗

‪Sama hal’nya dengan ribka, eva sundari, budiman sujatmiko juga cuma sebuah kebetulan bergabung ke partai pdip‬❗️
‪#TolakRUUHIPBuatanPKI ‬
‪#MakzulkanJKWBubarkanPDIP ‬
‪#SayaBanggaJadiMusuhPKI ‬
‪#PDIPsarangKomunis‬,” tulis akun resmi Purnomo Sastrodiharjo II sembari mengunggah video pernyataan Megawati di salah satu stasiun televisi.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Pamekasan Nadi Mulyadi menyatakan bahwa hastag tersebut merupakan kerjaan orang atau kelompok yang ingin memecah belah bangsa.

“Itu kerjaan orang-orang dan kelompok-kelompok dan ingin memecah belah bangsa aja dan itu mainan mereka untuk menyerang PDI Perjuangan secara institusi dan Presiden Jokowi, Mungkin mereka merasa yakin dengan menggoreng HIP ini merupakan cara yg ampuh” . Tegasnya

Selain itu sikap Partai sampai saat ini masih tetap konsisten dan tegak lurus bahwa pancasila tidak boleh di otak-atik.

“Karena pada dasarnya PDI Perjuangan tetap konsisten n tegak lurus, bahwa Pancasila tidak boleh diutak-atik, dan sebagai falsafah bangsa indonesia”. Tambah Nadi Mulyadi

Disisi lain Nadi menegaskan pihaknya menyatakan tidak seperti mereka yang hanya kowar-kowar di media sosial, pihaknya menekankan bahwa lebih pada kerja nyata.

“Kalau kami dituduh diam, karena pola kerja kami bukan seperti mereka yg kowar-kowar di media dan medsos, tapi kami lebih pada kerja nyata, terutama melalui kepala/wakil kepala yang tersebar d seluruh negeri ini, kami bekerja bersama rakyat, bukan bekerja bersama kuota internet”. Pungkas Nadi yang juga mantan Aktivis GMNI tersebut.

Lut

Pos terkait