Pengrajin Batik Pamekasan ” Sekaratul Maut “, Kemana Pemerintah ?

  • Whatsapp

PAMEKASAN, CYBER JATIM – Keluh kesah akibat terjadinya bencana nasional pandemi Covid-19 tidak hanya dirasakan oleh pengusaha, PKL, pelaku seni dan guru ngaji serta para guru honorer saja.

Namun dampak dari penyebaran virus corona yang berasal dari wuhan cina tersebut juga dirasakan oleh pengrajin batik lokal Pamekasan, Madura.

Bacaan Lainnya

Saat ini pemerintah Pamekasan mengalokasikan anggaran Covid-19 kurang lebih sekitar 89 Milliar yang dikeluarkan dari APBD, sungguh merupakan angka yang sangat besar.

Batik Intan melalui akun Facebooknya yang dibagikan di Group Facebook Pamekasan Hebat, mengeluhkan terhadap perhatian pemerintah, akibat kondisi ekonomi saat ini yang juga meluluh lantahkan para pengrajin batik.

” Lantas kemana peehatian pemerintah ke pengrajin batik, apakah mereka bangga karena memecahkan rekor muri semua mobil dinas di Branding Batik “. Tulisnya di akun Facebook milik Batik Intan

” Lantas mereka lupa diri bahwa pengrajin batik sekarang lagi sekaratul maut ” . Tegasnya

Red

Pos terkait