Operasi Cipkon, Polres Pamekasan Tekan Pemandu Lagu Untuk Tidak Beroperasi

  • Whatsapp

PAMEKASAN,CYBERJATIM.com,- Polres Pamekasan melakukan giat Operasi cipta kondisi dan mantap brata res Panekasan, razia tersebut dilakukan di beberapa tempat hiburan malam dan Rumah makan di  wilayah hukum Pamekasan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 20.30 Wib sampai 21.45 Wib, Hari rabu 31 Oktober 2018.

Bacaan Lainnya

Menurut pantauan media cyberjatim.com yang menjadi target giat cipkon dan mantap brata res Pamekasan diantaranya, Rumah makan Resto dan Karaoke PUTRI yang beralamatkan dj Jln. Trunojoyo Pamekasan dan Rumah Makan Lesehan dan Karaoke PUJASERA Jln. Niaga Kabupaten Pamekasan.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Pamekasan, Kapolsek Kota Pamekasan, Kasat Tahti (Padal), Kasubag Ren Ops Bagian Operasi, Iptu Suryono (Padal), KBO sat Intel ( Iptu Ely Gana ), dan Kanit Patroli Sabhara (Ipda Suyanto).

Giat tersebut kurang lebih diikuti kurang lebih 50 personil gabungan dari Sat Fungsi,Kodim 0826 dan Personel Polsek, Serta tim penyidik Sat Resnarkoba (Team Riksa Urine), dan dari kedua tempat tersebut dilakukan pemeriksaan Urine terhadap tamu dan pemandu lagu karaoke.

Pencapaian giat Operasi tersebut telah ditemukan 6 Kamar beroperasi aktif terdapat tamu dan pemandu karaoke, dari kurang lebih 18 room yang ada di hotel Putri Jln. Trunojoyo Pamekasan, dan ditemui 9 orang Pemandu karaoke yang beroperasi dalam 6 kamar tersebut, serta dilakukan pemeriksaan tes urine terhadap Pemandu karaoke dan 1 tamu yang dicurigai.

Usai dari pemeriksaan dilanjutkan dengan pengarahan dan pembinaan persuasif kepada pemandu kataoke untuk tidak lagi beroperasi atau melayani tamu dari resto Putri, karena idzin tersebut hanya berlaku untuk rumah makan dan karaoke keluarga, guna menghindari dari hal-hal positif yang tidak diinginkan.

Setelah dilakukan pemeriksaan di Putri Pihak Kepolisian melanjutkan ke Rumah makan lesehan pujasera, dan dari 6 Kamar yang tersedia terdapat 3 kamar aktif dan ditemukan 3 orang pemandu karaoke serta dilanjutkan dengan pemeriksaan.

Dari hasil temuan beberapa tempat hiburan tersebut, tidak ditemukan pemandu lagu dan tamu yang positif menggunakan Narkoba dan zat adiktif lainnya.

Namun langkah yang di ambil oleh tim operasi gabungan yaitu melakukan penekanan terhadap pemandu lagu untuk tidak lagi beroperasi dengan alasan bertentangan dengan idzin operasional terhadap 2 lokasi tersebut, guna menghindari terjadinya konflik dan aksi sweeping dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Reporter : Luthfiadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *