Nasib Wisata di Madura Akibat Covid-19, Karyawan “Dirumahkan”

  • Whatsapp

PAMEKASAN, CYBER JATIM – Sempat tidak terfikir, nampaknya merosotnya pertumbuhan ekonomi yang di akibatkan menyebarnya Covid-19 juga sangat dirasakan oleh tempat wisata di Madura.

Sejak diluncurkannya himbauan untuk dilakukan penutupan sementara oleh Dinas Pariwisata dan Budaya ( Disparbud ), tempat wisata di Madura khususnya Kabupaten Pamekasan terpaksa ditutup guna mematuhi aturan pemerintah.

Padahal tempat wisata menjalang hari raya Idul Fitri menjadi tempat rujukan masyarakat untuk bersenang-senang dengan keluarga, sayangnya saat ini tidak bisa beroperasi guna untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Mirisnya ratusan karyawan yang terhitung setiap tempat wisata kurang lebih 15 orang, kini harus diam dirumah tanpa adanya pemasukan, begitu pula pemilik atau pengelola tempat wisata harus pasrah terhadap merosotnya omset beberapa bulan tercatat mulai dikeluarnya aturan hingga waktu tidak ditentukan.

Hasan Basri saat di wawancarai mengatakan bahwa pihaknya sudah mengikuti himbauan pemerintah bahkan 4 tempat wisata yang dikelolanya semuanya ditutup.

” Ya memang hanya wisata saja yang ikut himbauan pemerintah, di suruh tutup kita tutup, bahkan bukan cuma satu 4 wisata saya tutup semua, tapi kenyataannya pusat perbelanjaan dan lain-lain yang desak-desakan tidak ada masalah ” Tegasnya dengan nada kecewa

Disamping itu setelah ditanya berapa jumlah karyawan yang juga terdampak Covid-19 pihaknya mengatakan setiap tempat wisata antara 15 sampai 20 orang yang terpaksa di rumahkan sampai saat ini.

” Persatu usaha 15 – 20 0rang ” Singkat Basri dengan wajah lesu.

Luth

Pos terkait