Masyarakat Pegantenan : Desa Kami Termakan “HOAKS” Pemerintah

  • Whatsapp

PAMEKASAN,cyberjatim.com,- ketidak merataan insfratruktur sampai saat ini masih belum dirasakan oleh masyarakat pelosok desa, dusun Barokem laok dan Barokem deje, Desa Tanjung, Pegantenan, Pamekasan, Madura. Sabtu (24/11/18)

Terbukti sampai saat ini pemerintah daerah ataupun pemerintah desa sangat minim sekali perhatiannya terhadap pelosok desa yang membutuhkan jalan bagus untuk memperlancar perputaran ekonomi, khususnya di Desa Tanjung Pegantenan.

Bacaan Lainnya

sesuai dengan penelusuran kami akses barokem laok dan barokem deje merupakan jalan poros desa, bahkan jalan tembus menuju karang penang sampang.

Mirisnya saat ini masyarakat setempat dengan gotong royong melakukan perbaikan jalan poros desa tersebut dengan dana sumbangan swadaya, untuk membeli material perbaikan jalan seperti semen dan batu.

Dok. Masyarakat sedang gotong royong membersihkan jalan.

 

Diketahui, untuk melancarkan kegiatan tersebut masyarakat sumbangan 100.000, dan ternyata sudah mencapai hampir 1 Kilo,dan jalan mulai sedikit nyaman dilewati, bahkan sampai saat ini masyarakat masih terus melakukan perbaikan, seperti rabat pohon, tepis tebing untuk pelebaran jalan.

Menurut SP selaku warga setempat saat ditemui dilokasi pekerjaan, mengakui memang tidak pernah ada sentuhan dari pemerintah desa atau pemkab Pamekasan, padahal selain hal tersebut harus dianggarkan dalam DD/ADD pemkab juga membantu memberikan anggaran agar pembangunan insfratruktur benar-benar merata.

” Saya sudah koordinasi dengan PU Bapak. Totok mas, pihaknya berjanji akan segera mengkroscek ke lokasi, namun sampai saat ini belum ada kabar apa-apa, hoax kabbi mas”. Tandasnya sembari menghapus tetesan keringatnya.

Maka jika hal ini tetap dibiarkan dan tidak ada perhatian dari pemerintah, pihak masyarakat akan mendatangi kantor PU untuk mencari perhatian agar lebih diperhatikan.

“Kayaknya masyarakat akan melakukan penutupan jalan, kalau tetap dibiarkan, karena selama ini kami merasa dusun atau desa kami sepertinya dianak tirikan oleh pemerintah”. Cetus MD yang juga masyarakat setempat.

MD menambahkan bahwa masyarakat didesa tanjung , tidak menargetkan jalan tersebut harus di aspal.

“Masyarakat mintanya tidak muluk-muluk mas, Maskipun tidak di aspal ya minimalnya dikasih batu sirtu biar tidak becek dan pengendara bisa melintasi dg normal
Itu dari tanjung paling timur ke tanjung paling barat dan tembus ke karang penang sampang”.tutupnya dengan nada kecewaa.

Sementara berita ini dinaikkan belum ada konfirmasi dari kepala desa dan kadis pupr, setelah berusaha dihubungi melalui via telpon.

Publiser : Luthfiadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *