KNPI Jatim Care Covid -19 , Soroti Minimnya Sosialisasi Satgas Pamekasan

  • Whatsapp

PAMEKASAN, CYBER JATIM – Menjelang hari raya Idul Fitri ke 1441, jalanan dan pertokoan  di Kabupaten Pamekasan, seperti ABC, Apollo, Golden, Eks. PJKA Pamekasan dan lain – lain menjadi tumpuan massa, seakan-akan tidak menyadari akan terjadinya penyebaran virus corona. (Selasa 19/05/2020)

Disisi lain kepatuhan masyarakat untuk memenuhi kewajiban yang di atur oleh pemerintah terabaikan, diantaranya kepatuhan menggunakan masker dan cuci tangan, dan ini juga terjadi di kabupaten lain di Jawa Timur.

Padahal sesuai dengan rekomendasi WHO dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 masyarakat diwajibkan menggunakan masker dan cuci tangan serta menghindari kerumunan.

Noer Faisal M.H selaku koordinator bidang Monitoring dan kajian KNPI Jatim Care Covid-19 mengatakatan guna meningkatkan kesadaran masyarakat, gugus tugas kabupaten se- Jawa Timur wajib melakukan evaluasi dan meningkatkan sosialisasi khususnya di Kabupaten Pamekasan.

” Gugus tugas covid-19 wajib melakukan evaluasi dan meningkatkan sosialisasi dengan baik,nagar kesadaran masyarakat meningkat, dua hal penting yang wajib berjalan atas kesadaran masyarakat yakni pakai masker dan cuci tangan dengan sabun apapun untuk mencegah penyebaran covid-19, selain itu menjaga kesehatan mintal, itu sangat direkomendasikan oleh WHO “. Katanya kepada media cyberjatim.com

Selain itu pihaknya menambahkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker masih rendah sekitar 30%, sehingga perlunya pemerintah khususnya di Kabupaten Pamekasan fokus melakukan sosialisasi.

” Gak usah anih – anih bikin program baru, seperti wacana pembentukan  kampung tangguh covid-19 , Maksimalkan dulu hal sederhana, pakai masker, cuci tangan dan jaga kesehatan mental, karena yang kita ketahui bersama penyebaran covid-19 melalui droplet ( percikan dahak atau bersin )”. Tanbah Faisal

Tidak hanya itu, Mantan aktivis GMNI tersebut juga menekankan kepada gugus tugas untuk memasang plang area wajib pakai masker ditempat pusat perbelanjaan.

“Mestinya gugus tugas memasang plang area wajib pakai masker dipusat pusat perbelanjaan seperti toko baju,sandal dan di PKL konfeksi, pasar tradisional dan pusat pusat perbelanjaan yg lain seperti cafe dan restoran yg sangat ramai menjelang hari raya, sehingga petugas dilapangan tidak hanya berperan mengatur lalu lalang kendaraan atau orang tapi menyisir masyarakat yg ttdk pakai masker, masyarakat wajib dipaksa agar percepatan penanganan covid19 bisa berjalan dg baik dan benar serta tidak boros dalam penggunaan anggaran”. Tutupnya

Red

Pos terkait