Faridi Gie : Sejarah Merupakan Mulut Kejayaan Pemenang

  • Whatsapp

CYBERJATIM,PAMEKASAN,- Sejarah tidak pernah menjadi milik yang kalah, ia selalu bersanding dengan pemenang, karena sejarah merupakan mulut-mulut kejayaan sang pemenang.

Sruput kopinya..!!!!

Saat SD dulu, tahun 1990an, mulut-mulut sejarah terus merangsek masuk ketelinga, ia kabarkan tentang heroisme soeharto menumpas komunisme di indonesia, kami di wajibkan nonton film G-30 SPKI & esoknya menceritakan ulang di depan kelas. Jadilah kami pencerita & penikmat yang baik, tiba-tiba didada ada perasaan ingin jadi pahlawan seperti soeharto.

Saat duduk di bangku kuliah, buku-buku komunis bergentayangan hantui hasrat kebebasan, ia menawarkan menjadi pahlawan tidak mesti lewat pemerintahan. “revolusi” adalah mantra setiap doktrin perubahan, Tan malaka tokoh yang kami agung-agungkan. Maka jadilah kami penantang matahari, aspal, & konspirasi politisi lewat jalanan.

Begitulah kata Gramscy, soft-hegemoni penguasa selalu lewat pendidikan, buku-buku, hiburan-hiburan & cerita-cerita sejarah. Sampai memenuhi seluruh isi kepala indonesia dengan sejarah bentukan mereka.

Sruput kopinya..!!!!

Sepanjang perjalanan hidup ini, begitu banyak hegemoni menjerat kehidupan anak bangsa, sehingga kita tidak pernah benar-benar merdeka.

Baru-baru ini, islam aliran keras mampu menghegemoni anak-anak bangsa, lewat jalur agama, pelan-pelan iya tawarkan budaya ke arab-araban; baju jubah, transportasi kuda, olahraga memenah, celana cingkrang, bahasa ane-ane, mental pelit & kebiasaan perang.

Meng-indonesia dengan pondasi gotong-royong, falsafahnya pancasila, lambangnya burung garuda bertuliskan Bhinneka tunggal ika, tiba-tiba hanya menjadi pemanis belaka.

#selamatharipahlawan

Publiser : Luthfiadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *