Faridi Gie : Kabar Burung “Pertikaian” Legislatif dan Eksekutif Kembali ke Sangkar

  • Whatsapp

Senin 12 / 11/ 18

Cyberjatim.com

Kopi pagi…!!!!

Kabar burung tentang ramenya eksekutif & legislatif kemana ya..??? Kok sudah mulai menghilang, Atau jangan-jangan sudah kembali kesangkar semua ne..!!! Berarti mereka-mereka sedang mengerami donk.? Waahhh,,bakal ada hasil ereman ne..!!!

Saya kok yakin mereka akan akur,,soalnya 100 hari kerja bupati belum selesai, biasanya pas saat itu puncak rame-rame jalanan & tulisan-tulisan di wall. Bupati gagallah, bupati mundurlah, wes pokoknya bahasa sampah akan berceceran deeeehhh…!!!!

Mari sruput kopinya…!!!

Konsep trias politika ala Montisgueu yang membagi eksekutif, legislatif, & yudikatif itu bukan konsep yang tidak banyak menuai kritik dari para ahli tatanegara, sejak awal lahirnya konsep tersebut, sudah di prediksi akan terjadi seperti yang terjadi saat ini. Rame-rame sebentar, saling sikut sebentar, saling hajar, terus tidur pulas sebantal..!!! Rakyat tetap saja terpinggirkan.

Tan Malaka adalah tokoh paling gentol mengkritisi konsep Montisgueu tersebut, kata beliau, negara dengan konsep berkaki tiga hanya akan membuat jalan pincang, karena gesekan kepentingan akan mewarnai setiap kepentingan masing-masing perut lembaga tersebut.

Sruput lagi kopinya..!!!

Jika di kaji dengan pisau Madilog milik Tan Malaka, maka setiap gesekan eksekutif & legislatif pasti akan di menangkan oleh eksekutif, mengingat eksekutif merupakan lembaga pemegang kuasa anggaran yang di butuhkan legislatif. Jika kapital modal sudah dipegang eksekutif, emang legislatif bisa menang apa..??

Yakin pak dewan ngak butuh proyek.? Iya gitu mereka jadi DPR ngak nyari keuntungan ekonomi.?? Emang pas nyalon mereka ngak ngeluarin duit,? Mau rugi..?? Belum lagi sebentar lagi pemilihan lagi, so mereka pasti butuh banyak duit……Yaaa wajarlah kalo mereka pengen balik modal & kapital modal untuk bertarung merebut kursi dewan periode mendatang..!!!! Aaaahh,,, Lagian Materialisme sudah menjadi falsafah baru masyarakat kita, so wajar-wajar saja.

Sruput lagi kopinya…!!!!

Itu menurut Tan Malaka loohh,,,kalo menurutku, selama rakyat masih menaruk harapan terhadap bupati, niscaya eksekutif akan terus berjalan pada riil yang di harapkan. So mari sruput kopinya…!!!!

Publiser : Luthfiadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *