Ditengah Covid-19, 15 Muda-Mudi Asyik Pesta Narkoba di Resto Wiraraja Pamekasan

  • Whatsapp

PAMEKASAN, CYBERJATIM.COM – Viral di media sosial terkait penggrebekan salah satu cafe dan resto di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang diduga dijadikan tempat berpesta pora narkotika.

Sesuai informasi yang dihimpun oleh tim cyberjatim.com kejadian pesta narkoba tersebut terjadi pada selasa malam tanggal 16/6//2020 berkisar pukul 23.30 Wib.

Bacaan Lainnya

Selain itu informasi yang tersebar dibeberapa media, cafe dan resto berlokasi di kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.

Menyikapi hal tersebut Noer Faisal, MH selaku ketua bidang hukum dan HAM Dewan pengurus daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia ( DPD KNPI ) Provinsi Jawa Timur jika hal itu benar pihaknya meminta kepada Polda Jawa Timur dan BNN Provinsi untuk melakukan kroscek terhadap dua orang oknom yang diduga anggota “pemberantasan Narkotika”.

” Polda Jawa Timur dan BNNP untuk melakukan kroscek untuk dua orang yang diduga oknom anggota “pemberantasan Narkotika” dalam penggrebekan yang  dilakukan oleh tim gabungan  Polres Pamekasan, jika benar maka itu akan menodai dan memberikan citra buruk terhadap upaya pemberantasan narkoba “. Tutur Faisal sapaan akrabnya

Selain itu pihaknya meminta kepada penegak hukum untuk dihukum seberat-beratnya sesuai aturan yang ada.

” Untuk diberikan hukuman yang seberat-beratnya agar ada efek jera, utamanya bagi terkategori bandar atau pengedar sesuai dengan undang-undang 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan peraturan yang berlaku “. Tambah mantan aktivis GMNI tersebut

Tidak hanya itu faisal juga meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Pamekasan untuk melakukan evaluasi terhadap keberadaan tempat hiburan dan  harus ditutup jika terbukti melaggar aturan.

” Pemerintah daerah Kabupaten Pamekasan untuk segera melakukan evaluasi terhadap keberadaan  tempat hiburan, dan harus ditutup karena diduga terbukti sebagai tempat peredaran narkoba dan maksiat, kalau tidak, ini akan memicu terjadinya kemarahan tokoh ulama dan masyarakat di Kabupaten Pamekasan”.  Tegasnya

Terpisah Zaini Wer Wer ketua Komunitas Monitoring dan Advokasi Kabupaten Pamekasan mempertegas jika isu yang berkembang itu benar pemerintah dan pihak berwenang harus menutup dan menyegel tempat hiburan cafe dan resto yang ada di Tlanakan tersebut.

” Tempat karaoke wajib ditutup karena kami nilai sudah menciderai citra Gerbang Salam, apalagi ditengah Covid-19 berkumpul dalam 1 ruangan tidak mematuhi protokol Covid-19 sesuai dengan edaran Kapolri, dan yang pasti sudah mecoreng nama baik masyarakat kabupaten Pamekasan, khususnya para ulama madura dan para generasi muda”. Singkat Wer Wer kepada Media cyberjatim.com

Kasatresnarkoba Polres Pamekasan AKP Bambang menjelaskan, dari 15 tersangka yang pihaknya amankan ini, berasal dari empat kabupaten berbeda di Jawa Timur.

Rinciannya, 2 tersangka pendatang dari Kabupaten Sidoarjo, 5 tersangka dari Kabupaten Sumenep, 4 tersangka dari Kabupaten Pamekasan dan 4 tersangka dari Kabupaten Sampang. Dikutip dari Media Tribunmadura.com

Red

Pos terkait