Celoteh Faridi Gie : Seruput Kopinya, Kitab Suci Sosial Wartawan

  • Whatsapp

PAMEKASAN,- Saat berita prestasi dikalahkan oleh berita kontroversi, maka bisa dipastikan ada komuniskasi yang belum selesai sehingga dimanfaatkan oleh segelintir kekuatan untuk menumbangkan.

Mari sruput kopinya..!!!!

Percayalah..!! Tidak ada satupun kekuatan untuk mengalahkan wartawan, ia memiliki kekuatan diatas penguasa dalam hal mengakomodir massa lewat politik bahasa penandaan. & produk dari wartawan (berita) dianggap kitab suci sosial tentang sebuah kejadian.

Sering kita lupa bahwa wartawan sangat mungkin melakukan politik penandaan dengan cara memilih angle atau narasumber untuk menciptakan fakta atau realita baru.

Sruput lagi…!!!!

Tidakkah kita lihat sejarah beberapa kejadian dunia; pertama, sejarah pramoedia ananda tour saat mendapatkan penghargaan magsaysay..?? Tiba-tiba wartawan lebih tertarik menulis penolakan para sastrawan terhadap penghargaan tersebut ketimbang proses lahirnya karya Pram. sejak saat itulah Pramoedia Ananta tour ditandai sebagai antek komunis-leninis dalam dunia tulis-menulis. Hilanglah semua prestasi Pram yg membanggakan tersebut.

Kedua, sejarah Maria Otis saat menggelar aksi jelanan bersama ratusan perempuan amerika, mereka menuntut mudahnya akses pangan demi kesejahtraan masyarakat, namun media justru lebih tertarik menulis pendapat beberapa penguasa, bahwa para demonstran tersebut merupakan pelacur-pelacur jalanan. Hilanglah heroisme perjuangan para perempuan ploretariat.

Hampir mustahil sebuah sejarah dijalankan tanpa adanya wartawan, karena wartawan adalah profesi penyambung sejarah..!!!

Mari sruput lagi..!!#

Bagaimana di pamekasan..?? Ya ngak jauh-jauh dari itulah…!!! Jika tidak percaya, mari ngopi saja..!!!

 

Publiser : Luthfiadi

Sumber : FB Faridi Gie

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *