Berawal dari Tidak Suka Batik Sehingga Jadi Pegiat

Hits: 6

SURABAYA, cyberjatim.com- Salah satu Bacawali Surabaya, Cak Firman, mengaku awalnya tidak suka batik. Bagi Cak Firman, batik adalah busana yang membuat pemakainya terlihat jauh lebih tua daripada usia aslinya.

Tapi sejak menikah dengan seorang penggiat batik , Cak Firman selalu dijahitkan batik yang bagus-bagus, semakin lama rasa tidak suka berubah jadi suka dan saat ini cak Firman berubah menjadi penggemar berat busana batik.

Cak Firman menyukai batik madura warna-warna cerah, seperti merah, biru dan kuning. Kini jangankan ngantor, ngopi-ngopi santai saja Cak Firman selalu kenakan busana batik.

“Batik adalah salah satu warisan budaya dunia kebanggaan bangsa indonesia. Kalau bukan kita yang mengenakan, siapa lagi? kalau bukan sekarang, kapan lagi?” ungkap Cak Firman kepada media.

Sementara itu isteri Cak Firman, Ning Herni, merupakan seorang pelaku seni
yang sangat cinta batik sejak kecil. Sebagai seorang pecinta seni, Ning Herni sangat menikmati setiap liukan motif kain batik.

Ketua Komunitas Crafter Surabaya (KCS) ini selain menyukai seni batik juga menyukai bahkan sangat ahli membuat produk kerajinan tangan (handycraft) berupa tas, dompet, clutch, aneka kreasi daur ulang, aneka bros, aneka kreasi rajut, hiasan pengantin, aneka aksesoris dll. Hasil karya Ning Herni laku keras di kalangan sosialita menengah ke atas, bahkan sudah diekspor ke mancanegara, diantaranya Amerika Serikat dan Hongkong.

Ning Herni punya galeri batik dan craft yang bernama de sultana Batik&Craft, dengan alamat IG @de_sultana

cyberjatim

Jembatan Pena Rakyat