13 Remaja di Bogor Dirujuk ke Rumah Sakit, Akibat Kecanduan Gawai

Hits: 18

Bogor, Cyberjatim.com– Perkembangan media sosial dan penggunaan telepon seluler atau gawai secara berlebihan mulai berdampak nyata bagi masyarakat. Satu bulan terakhir, 13 remaja harus mendapat pendampingan psikologis dari Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) Kota Bogor karena mengalami gangguan kejiwaan akibat kecanduan bermain gawai (gadget).

Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RSMM dokter, dr Lahargo Kembaren saat dihubungi menuturkan, dalam satu bulan, tiga orang pasien harus rawat inap dan 10 orang harus rawat jalan karena mengalami gangguan mental akibat kecanduan gawai.

“Bulan-bulan sebelumnya jumlahnya lebih dari jumlah sekarang (13 orang),” katanya, Jumat (18/10/2019).

Kata dia, fenomena tersebut menjadi hal krusial lantaran berdampak terhadap perubahan psikologi seseorang terutama pada usia anak dan remaja.

“Kenapa disebut gangguan kejiwaan? Karena dia memberikan suatu perubahan pada pikiran, perubahan sikap dan perilaku,” paparnya.

Keseringan menggunakan gadget dapat menimbulkan nomopobhia atau nomo mobile phone phobia yaitu menjadi cemas atau gelisah jika jauh dari gawainya. Selain itu, ada dampak negatif lainnya yakni menyendiri, tidak mau bersosialisasi, tidak mau sekolah dan perasaannya menjadi lebih sensitif.

“Itu semua memberikan dampak pada fungsi kehidupan sehari-hari pada orang yang mengalaminya. Kita sudah menyebut itu orang yang mengalami gangguan kejiwaan,” ungkapnya.

Kasus ketergantungan gawai ini dapat dilihat dari dua sudut. Pertama memang sudah punya masalah psikologis misalnya depresi dan gangguan lainnya, sehingga mereka mengalihkan perhatiannya kepada gawai, akhirnya mereka mengalami ketergantungan.

Kedua, bisa karena memang sudah ketergantungan terhadap gawai, internet atau judi online sehingga, gangguan kejiwaan menyusul dari ketergantungan itu

“Secara ilmiah bagaimana gadget mempengaruhi terhadap gangguan kejiwaan seseorang? Pada dasarnya ketergantungan apapun baik narkoba, gadget atau judi online merupakan fenomena gangguan yang melibatkan fungsi otak,” jelasnya.

Di dalam otak manusia, ada neurotransmiter yang terganggu keseimbangannya karena mengalami sebuah ketergantungan.

“Karena otak itu adalah pusat dari tubuh kita yang mengatur dari segala sikap dan perilaku pikiran, perasaan, maka otomatis dalam kehidupan sehari-hari pun menjadi terganggu,” tambah dia

Dalam kondisi parah, beberapa dari penderita gangguan kejiwaan bisa melakukan perilaku berbahaya misalnya, menyakiti diri sendiri, menyakiti orang lain, menyakiti secara verbal, secara fisik, menghabiskan banyak uang dan menjual barang.

“Fenomena ini yang membuat keluarga kemudian memutuskan membawa anak-anaknya ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan terapi,” pungkasnya.

 

Vento Saudale / FMB
Sumber: (BeritaSatu.com/*)
Ilustrasi game mobile ( Foto: Istimewa )

cyberjatim

Jembatan Pena Rakyat